Sabtu, 24 Agustus 2013

CERPEN

CERPEN
Title: Detik Terakhir
Author: Lilis Kholifahtun
Genre: Sad Ending
Cast:
•    Rafael Landry Tanubrata
•    Queen Lavina Angel
•    Another cast

Song: Lyla – Detik terakhir
“udah deh Raf, geli tahu” kata Angel  saat seorang lelaki berparas Chines menggelitikinya. “makanya kembaliin Coklat aku dulu dong” Kata orang itu, atau lebih tepatnya lagi Rafael. “iya..iya deh,, nih aku kembaliin”  Kata Angel sambil mengambil sebatang coklat dari balik punggungnya.  “nah gitu dong” tanpa aba-aba Rafael langsung meraih coklat dari tangan Angel. “udah kan? Mending kita selesaiin tugas dulu nih, nanti bisa-bisa kena marah pak Bono lagi” Angel. “okkeee” Rafael. Rafael Landry Tanubrata atau yang kerap disapa Rafael  dan Queen Lavina Angel yang lebih sering dipanggil Angel adalah sahabat Karib, kini keduanya sudah duduk di bangku kelas 3 SMA. Mereka kini sedang mengerjakan tugas dari guru di Perpustakaan.

****
“makasih ya Raf, udah nganterin aku pulang” Angel. “iya sama-sama” Rafael. “gak mampir dulu Raf?” Tawar Angel. “enggak dulu deh, makasih, salam buat orang rumah aja yah” Rafael. “iya pasti aku salamin kok, ya udah aku keluar dulu yah” kata Angel sembari keluar dari dalam mobil Toyota Avanza Rafael. “ ya udah aku pulang yah,, BYE” kata Rafael smbil melambaikan tangan dari dalam mobil. “bye,, hati-hati Raf” kata Angel juga melambaikan Tangan. Setelah mobil Rafael mulai menghilang dari pandangan A ngel, Angel segera masuk ke rumahnya. Rumah yang bisa dibilanh cukup sederhana dengan 2 lantai dan beberapa ruangan. “huh Capeknya” kata Angel merebahkan tubuhnya di Sofa ruang tamu sambil mengelap keringat di Keningnya. “ehh Anak Ibu udah pulang” kata waniat paruh baya mengampiri Angel. Dialah tante Resa, ibunda dari Angel. “ehh ibu,, Assalamualaikum bu” kata Angel bangkit dari Sofa dan segera mencium punggung tangan Tante Resa. “walaikumussalam” Tante Resa. “heem maaf ya Ngel, harusnya kamu bisa ngerasain hidup yang lebih nyaman dari ini, kalau saja Ayahmu dulu tidak bangkrut, pasti kamu akan hidup senang” Kata Tante Resa. “ibu ngomong apaan sih??, kata siapa Angel gak seneng??. Bagi Angel hidup dengan keluarga utuh saja udah Alhamdulillah banget bu, melebihi apapun” Angel. Tante Resa meneteskan air matanya. “ibu beruntung sekali punya anak seperti kamu” kata Tante Resa berhambur memeluk Angel. Angel membalas pelukannya “ Angel yang lebih beruntung, bisa punya Ibu, Ayah juga Kakak” Angel membalas pelukan ibunya. “udah ya ibu gak boleh nangis, air mata ibu terlalu berharga buat dikeluarin” kata Angel sambil mengahpus air mata ibunya dengan ibu jarinya. “oh ya kamu mandi dulu sana, ibu udah masakin makanan kesukaan kamu” tante Resa. “hah yang bener bu? Yea makasih ya Bu” Angel segera bangkit dan meraih tas sekolahnya, sebelum berlari menuju kamarnya yang berada di lantai 2.

****
“Rumah kok sepi sih?? Mamah sama Papah kemana bik??” Tanya Rafael kepada Bik Menik, salah satu pelayan di rumahnya. “itu den, tadi Nyonya sama Tuan pesen, katanya mereka lagi ada tugas di luar negeri, dan itu mendadak banget, jadi gak sempet pamit ke den Rafael” jelas Bik Menik. “selalu aja kaya gini, aku juga pengin ngerasain kasih sayang orang tua, gak Cuma hidup mewah dan bergelimang harta” bati Rafael. “mau makan dulu den??” tawar Bik Menik. “gak usah Bik makasih, Rafael ke kamar dulu ya Bik” tolak + pamit Rafael halus. “Kasihan den Rafael, sekarang hidupnya kurang ceria, gak kaya dulu waktu dia masih kecil, sabar ya den Bibik yakin, Orang tua den Rafael  itu sayang banget sama den Rafael” kata bik Menik  menatap punggung Rafael yang mulai hilang dari pandangannya. Bik Menik memang sudah bekerja disini sejak Rafael kecil. Jdi beliau mengerti betul perkembangan Rafael.

****
“heuh capek, telfon mamah ahh” kata Rafael mengambil Ponselnya. Ia muali mencari kontak mamahnya dan menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Tak perlu menunggu lama kini telefon sudah menyambung, bahkan sudah diangkat oleh Mamah Rafael .

Via Telefon
•    “Hallo Mah, ini Rafael” Rafael
•    “aduh maaf ya Raf, Mamah lagi sibuk, nanti  disambung lagi” Mamah Rafael Langsunsung mematikan telefon


“arrrggghhh kenapa sih Mamah  gak perhatian banget!!! Gue aja baru telefon udah main diputus aja!!! Kalo gue telfon Papah pasti jawabannya sama aja kaya Mamah,,, ahh gue Benci hidup!!!” Kesal Rafael menjambak Rambutnya sendiri. Ia bangkit dan menuju Kamar Mandi. Dengan keadaan masih berseragam, Rafael meyalakan keran air dan memposisikan tubuhnya di bawah air mengalir itu. Tak peduli dengan seragam sekolah yang masih menempel ditubuhnya itu. Ia membiarkan air mengalir membasahi sekujut tubuhnya. Dengan terus berkata mengeluarkan kesedihan hatinya. Tak disangka pula cairan merah keluar dari lubang hidung Rafael. Rafael masih saja tak peduli, padahal sudah sekitar 1 jam dia berada di situ. Sampai akhirnya pandangannya mulai buyar, tubuhnya pun ambruk di atas lantai Kamar Mandi.

****
Bik Menik yang curiga karena Rafael tak kunjung keluar dari kamarnya pun berkali-kali mengetuk pintu kamar Rafael, namun NIHIL, tak ada jawaban sama sekali dari si empunya kamar. Yang terdengar hanyalah suara gemercik air. Karena penasaran dan dilanda perasaan khawatir, Bik menik pun Mencoba membuka pintu kamar Rafael, untung saja pintu kamar Rafael tidak dikunci. Pandangan Bik Menik menyapu seluruh isi ruang kamar Rafael. Tak ada Rafael, Bik Menik semakin penasaran dan berjalan menuju kamar Mandi yang ada di kamar Rafael, sama seperti Pintu Kamar, pintu Kamar Mandi pun tidak dikunci, bahkan tidak ditutup. Betapa tekejutnya Bik Menik saat memasuki kamar mandi “Ya Allah den Rafael!!!!”

****
Angel yang sudah selesai mandi pun segera menuju ruang makan. Disana terlihat sudah ada ibunda tercinta dengan meja makanan yang tersedia di meja makan. Angel duduk di salah satu dari ke 6 kursi yang tersedia disana. Memang jumlah keluarga Angel 4 orang, namun sengaja disediakan 6 kursi, siapa tahu saja ada orang yang bertamu dan ikut makan bersama. Namun dari ke 6 kursi, hanya 2 buah kursi saja yang terisi. “emm kapan yah Bu, Ayah sama Kakak bakal duduk di kursi ini?? Makan bareng Angel sama Ibu??” Angel dengan wajah kesedihan. “sabar ya nak, Kamu tahu kan Ayah sibuk banget ngurusin pekerjaan?? Kakak kamu juga sibuk kuliah, maklum lah bentar lagi kakakmu kan wisuda” Tante Resa mencoba menghibur Angel. “ya udah mending kita makan, ini ibu udah masakin Rendang kesukaan kamu” Tante Resa. Angel menangguk.

****
Bik Menik terlihat mondar-mandir di lorong rumah sakit depan ruang UGD. Hatinya sangat gusar karena Rafael saat ini sedang ditangani dokter di dalam ruang UGD. Mengapa Rafael bisa masuk ruang UGD?
Begini ceritanya

#FLASHBACK ON
“Ya Allah den Rafael!!!” kaget Bik Menik saat melihat Rafael sudah terjatuh di lantai kamar Mandi dengan tubuh basah terkena air bercampur darah. Tanpa pikir panjang Bik Menik lansung memanggil beberapa pelayan lain di ruamh Rafael untuk membantunnya membawa Rafael ke rumah sakit.
#FLASHBACK OFF
Bik menik sudah mencoba berkali-kali menghubungi Orang tua Rafael, namu tak ada satupun dari sekian banyak telepon yang diangkat oleh keduanya. “semoga den Rafael gak kenapa-napa” batin Bik Menik berdoa dalam hatinya.

****
Daritadi Angel tak kunjung memakan makanannya. Padahal ibunya memasak makanan kesukaan Angel. Tante Resa yang melihat Angel pun hanya menatap heran gadis cantik itu. “kamu kenapa Ngel?? Kok makanannya gak dimakan?? Gak enak yah??” Tanya Tante Resa bertubi-tubi. “kok aku ngerasa ada sesuatu yang terjadi sama Rafael ya bu??” Angel mencoba mencurahkan isi hatinya. “Rafael?? Temen dekat kamu itu?” Tante Resa. Angel mengangguk.


Drt drt drt bunyi getar Ponsel Angel
“ada SMS tuh Ngel” Kata Tante Resa. “eh iya siapa yah” Angel . “coba dibuka dulu” Tante Resa. “Ya Allah??!! Rafael!!!” panic Angel. “Rafael kenapa Ngel??” Tanya Tante Resa ikut  panic. “Rafael masuk UGD  bu” Angel. “terus??” tante Resa. “aku sekarang mau ke rumah sakit ya Bu, Assalamualaikum” Angel bangkit dari duduk dan mencium punggung tangan ibunya. “kamu mau pergi pake baju itu???” Tanya Tante Resa melihat penampilan anaknya yang hanya memakai kaemeja biru dipadu hot pants Angel ikut melihat pakaian yang ia pake sendiri. Dan sedikit nyengir melihat penampilannya. “ya udah Angel ganti baju dulu ya bu” Angel segera berjalan menuju kamarnya. “dasar anak muda” kata Tante Resa menggeleng-gelengkan kepalaya melihat tingkah anak bungsunya itu.

****
“gimana keadaan Rafael Bik???” Tanya Angel kepada Bik menik. Ya kini Angel sudah sampai di depan ruang UGD tempat Rafael berada. “gak tau Ngel, daritadi dokternya belum keluar” Bik Menik. Yang ditunggu-tunggu akhirnya keluar juga. Dokter yang tadi menangani Rafael baru saja keluar dari UGD. “Keluarga Pasien??” Tanya Dokter itu, sebut saja dokter Rangga. “keluarganya lagi di luar negeri dok, saya temen dekatnya??” Angel. “ada keluarga lain??” dokter Rangga. “gak ada dok” Angel. Dokter menghembuskan nafas berat, “baik ikuti saya” perintah Dokter Rangga. Angel hanya mengangguk lalu mebuntuti dokter Rangga dari belakang.

Kini Angel dan Dokter Rangga sudah berada di ruangan dokter Rangga. “Kamu tahu kan Rafael punya penyakit??” Tanya Dokter Rangga, “Rafael gak pernah cerita tuh Dok” Angel. “heem jadi begini Rafael mengidap penyakit Kanker Darah atau Leukimia dan kini sudah stadium akhir” jelas Dokter Rangga, Angel hanya mengangguk tanda mengerti. “jadi tolong jaga kesehatan Rafael” Dokter Rangga. Lagi-lagi Angel hanya mengangguk . “ya saya kira Cuma itu saja yang bisa saya sampaikan, dan tolong katakana pada Rafael jangan lupa selalu meminum obatnya, agar dapat sedikit mengurangi sakitnya” Dokter Rangga. “baik dok, kalau begitu saya permisi dulu” Angel kemudian keluar dari ruangan dokter Rangga, dan menuju ruang rawat Rafael karena kini Rafael sudah  dipindah ke ruang rawat.

****

3 bulan kemudian

“Congrats ya Ngel, akhirnya kamu bisa kuliah di Universitas impian kamu” Rafael. “iya makasih ya Raf” Angel. “ciyee ada Calon Dokter nih, pasti bakal sibuk banget kuliah” ledek Rafael. “apa deh Raf” Angel. Yap sekitar 3 bukan yang lalu, Angel dan Rafael sudah lulus dari bangku SMA. Dan masing-masing kini  melanjutkan di Universitas pilihan mereka. Angel dan Rafael mendapat nilai yang tinggi, maka dari itu Angel mendapat Beasiswa Kuliah sampai S1.

****
Karena terlalu disibukan dengan kuliah masing-masing, kini Rafael dan Angel jadi jarang bertemu. Namun mereka tetap berkomunikasi dengan Baik. Sore ini rencananya Rafael ingin mengajak Angel bertamu ke rumahnya.

Rumah Rafael 17.20
Rafael sudah menunggu Angel di taman belakang rumahnya. Dia juga sudah menyiapkan beberapa makanan yang tadi sempat ia masak sendiri. Orang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. “maaf ya Raf, aku telat, tadi aku ada jam tambahan” kata Angel kemudian duduk disalah satu bangku yang tersedia di sana. “iya gak papa kok” kata Rafael tersenyum. “oh ya Raf ada hal penting apa??” Tanya Angel to the point. “maaf ya aku udah nyita waktu kamu, tapi aku mohon buat hari ini aja, eh ralat sore ini aja aku boleh kan jadi pacar bohongan kamu” kata Rafael serius. Angel terdiam “kenapa gak pacar beneran aja sih Raf?” batin Angel bertanya-tanya. “aku juga pengen jadi pacar kamu untuk selamanya, tapi maaf, itu pasti akan ngecewain kamu” batin Rafael seolah-olah menjawab batin Angel. “Ngel? Gimana?” Tanya Rafael. “iya aku mau kok hehe, apa sih yang enggak buat temen aku ini” kata Angel sambil mencubit pipi Rafael gemas. “ih Angel lepas ahh, sakit tahu” Rafael. “haha Maaf deh” kata Angel melepas cubitannya. Rafael hanya manyun sambil mengusap-usap pipinya. “wah ada makanan nih, kamu masak sendiri?” Angel. “hehe iya, tadi aku iseng aja. Ayo dimakan, aku suapin mau?” Rafael. “emm gimana yah??” kata Angel pura-pura berfikir. “ahh gak usah sok jual mahal deh” Rafael kemudian mengambil makanan dan mulai menyodorkan sendok ke mulut Angel. “aaaaa” Kata Rafael. Angel langsung melahap makanan itu. Jadi Rafael nyuapin Angel, dan sebaliknya Angel nyuapin Rafael *aku mau juga dong*

Setelah Selesai makan, dan membereskannya. Rafael dan Angel kembali ke taman. Angel melihat sebuah gitar akustik di atas meja. Rafael yang memperhatikan Angel pun segera mengambil gitar itu. “mau aku nyanyiin??” tawar Rafael. Angel mengangguk antusias. “Jreeng….” *disini ceritanya Cocoh bisa main gitar yah*

Usap air matamu…
Dekap erat tubuhku…
Tatap aku…sepuas hatimu…
Nikmati detik demi detik… yang mungkin kita tak bisa rasakan lagi…
Hirup aroma tubuhku… yang mungkin tak bisa lagi tenangkan gundahmu…gundahmu…

Nyanyikan lagu indah… sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali…
Nyanyikan lagu indah…tuk melepasku pergi dan tak kembali…

Nikmati detik demi detik… yang mungkin kita tak bisa rasakan lagi…ooo….
Hirup aroma tubuhku… yang mungkin tak bisa lagi tenangkan gundahmu…gundahmu…

Nyanyikan lagu indah… sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali…
Nyanyikan lagu indah…tuk melepasku pergi dan tak kembali…

Ooooooo…………..hooooo……..hoo…….hoo…..hoo…….
Nyanyikan lagu indah… sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali…
Nyanyikan lagu indah…tuk melepasku pergi … ku pergi….
Nyanyikan lagu indah… sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali…
Nyanyikan lagu indah…tuk melepasku pergi dan tak kembali

Entah terlalu menghayati lagu atau bagaimana Rafael sampai menitihkan air mata. Angel yang mendengar pun ikut menitihkan air mata lebih tepatnya lagi Angel berlinang air mata. “duh kok sampe nangis sih” Rafael menghapus air matanya sendiri. Ia melihat ke arah Angel yang sudah berlinang air mata “Ngel kok nangis” Tanya Rafael heran. Angel hanya menggelengkan kepalanya sambil terus menangis. “Perempuan cantik gak boleh nangis” kata Rafael Menghapus air mata Angel dengan kedua ibu Jari tangannya. Angel langsung berhambur memeluk Rafael. Rafael tanpa ragu membalas pelukan Angel. “Ngel, kita kan ceritanya pacaran, sekarang ceritanya aku putusin kamu yah?” Rafael. Angel tak menjawab. “sebelumnya aku mau makasih kamu udah mau jadi pacar bohongan aku”Rafael. “oh ya aku titip ini ya buat Mamah sama Papah aku” kata Rafael memberikan sebuah amplop kecil setelah melepaskan pelukannya dengan Angel. Angel kali ini mengangguk. “aku juga punya sesuatu buat kamu” kata Rafael memberikan sebuah kotak kecil. “tolong buka ini besok pagi aja” Rafael. “hal terakhir, aku boleh gak cium kening kamu untuk pertama dan terakhir kali??” Tanya Rafael sedikit Ragu. Angel mengangguk. Rafael kemudian mencium kening Angel penuh kelembuatan sebelum akhirnya.

“Rafael!!!” Angel kaget saat tiba-tiba saja Rafael tak sadarkan diri. “Rafael!!!” dua orang datang menghampiri Rafael dan Angel. “Rafael kenapa Ngel??” Tanya Om Jhony (papah Rafael) panic. “gak tau om” kata Angel mulai menitihkan air mata lagi. “Rafael bangun nak” kata Tante Nila (mamah Rafael) menepuk pelan pipi Rafael . “Ayo kita bawa Rafael ke rumah sakit” om Jhony

****
6 tahun kemudian
Seorang gadis menatap pilu batu nisan dihadapannya. Batu nisan bertuliskan nama ‘Rafael Landry Tanubrata’. Angel tak menyangka kejadian 6 tahun lalu adalah DETIK TERAKHIR nya bersama Rafael. “Rar, andai kamu masih hidup, pasti kebahagiaanku bakal lengkap Raf. Memang sekarang impianku menjadi dokter sudah tercapai, tapi itu gak sempurnya tanpa kamu disisiku Raf, aku gak bisa jalanin hidup aku tanpa kamu. Walaupun sudah 6 tahun kamu ninggalin aku, tetap gak ada yang bisa ngegantiin posisi kamu di hati aku” kata Angel diiringi air matanya.

END

Maaf ya Endingnya sedih :’(  . Maaf kalo ada kesamaan nama, atau apalah, tapi aku jujur ini karya aku sendiri, pemikiran aku, yang ngetik juga aku. Maaf kalo banyak kekurangan,,hehe…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar